About Me

Pages

About this blog

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About Me

Followers

Jumat, 12 April 2013

PostHeaderIcon UTS 2012/2013


1.    Uraikan secara singkat dan padat proses pembelajaran yang kelompok anda rencanakan. Beri ulasan atas uraian tersebut berdasarkan tinjauan Pedagogi praktis abad 21.
Rencana Pembelajaran Kelompok 6
-  Anggota Kelompok: Haifa Chairunnisa (11-050); Merry Christine (11-054); Raffles Pardede (11-118)
-  Topik Pembelajaran: Pedagogi Hubungan Sekolah & Kehidupan, serta kriteria guru yang baik
-  Materi yang diajarkan: Memasak Pisang tabur keju & coklat
-  Peserta Ajar: 5 orang, yang terdiri dari adik Raffles dan beberapa temannya.
-  Tempat Pengajaran: Rumah Raffles
-  Sarana dan Prasarana Pengajaran: Disediakan Raffles
- Waktu Pelaksanaan: Kamis, 04 April 2013, jam 16.00 (perkiraan waktu 30 menit)
-  Alasan memilik pengajaran: Karena menurut pemahaman kami akan paedagogi, seorang guru harus mampu merancangkan pembelajaran dimana pengetahuan tersebut berguna bagi peserta ajar. Adik Raffles sangat menggemari pisang tabur keju dan coklat, namun selama ini selalu dibuatkan, oleh karena itu kami berusaha mengajarkan mereka cara membuatnya.


Evaluasi Perencanaan:

Kelompok kami menetapkan dan menyiapkan dengan baik hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pengajaran ini. Pengajaran dilakukan sore hari agar tidak mengganggu jam sekolah dan les peserta ajar. Kelompok kami berjanji berkumpul dirumah Raffles pada pukul 16.00, alat dan bahan sudah disiapkan. Namun ternyata beberapa subjek berhalangan untuk hadir karena beberapa alasan, akhirnya setelah menunggu subjek lain, pengajaran dimulai pukul 16.30 dengan 3 orang subjek. Dan oleh karena beberapa masalah ketertiban anak-anak, kelompok kami menyelesaikan pengajaran pada pukul 17.30 (perkiraan waktu sebelumnya 17.00 sudah selesai).

Ulasan berdasarkan Pedagogi Praktis Abad 21

Pedagogi Praktis Abad 21 merupakan pemahaman dalam pola pembelajaran yang disesuaikan dengan perubahan zaman (berkembangnya ilmu pengetahuan dan TIK) serta kebutuhan siswa. Dalam merencanakan pengajaran, Kelompok kami juga berusaha mendesain pengajaran agar pengetahuan yang kami berikan tidak menjadi sia-sia, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta ajar dan kemajuan zaman.
Hal ini diwujudkan dengan pengajaran kami yang tidak berfokus pada pengetahuan yang berkaitan dengan akademis, karena menurut kelompok kami, pengetahuan tentang hal akademis sudah sangat cukup diperoleh peserta ajar dari sekolah dan les yang mereka ikuti. Oleh sebab itu kelompok kami berusaha menetapkan pengajaran yang membangun minat peserta ajar sekaligus juga membantu meningkatkan kreatifitas mereka, maka kami memilih mengajarkan pisang bakar tabur coklat dan keju.
Dalam buku Danim (2010) tercatat bahwa sebagai ilmu dalam mengajar, pedagogi masuk dalam 2 kategori:
1.    Pedagogi Formal: upaya mengembangkan pedagogi yang efektif lewat penelitian sistematis
2.    Pedagogi Praktis: mengembangkan pembelajaran yang praktis (berguna) dalam kehidupan sehari-hari.
Disesuaikan dengan tujuan awal kelompok kami, maka pengajaran yang kami lakukan termasuk dalam kategori pedagogi praktis, karena kami berfokus pada kegunaan pengajaran secara praktis dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan pengembangan lewat penelitian sistematis.

Beberapa kerangka kerja guru dalam melakukan pendekatan terhadap pedagogi:
a.    Pertimbangan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang mendukung pengajaran
Guru harus mampu merencanakan pengajaran yang memiliki tujuan. Dalam hal ini pendidikan cara memasang pisang tabur keju dan coklat bertujuan agar anak-anak mengetahui proses bagaimana makanan tersebut bisa tersaji. Nilai yang mendukung pengajaran ialah anak-anak akan semakin kreatif.
b.    Pengetahuan tentang teori belajar
Seorang guru harus memiliki pengetahuan tentang teori belajar behavioristik, teori belajar kognitif, teori belajar konstruktivisme dan teori belajar gestalt (penjelasan teori belajar lengkap, klik disini).
Pengetahuan akan teori belajar yang baik akan membantu guru bagaimana merancangkan pengajaran yang tepat. Berdasarkan hasil identifikasi saya, pengajaran yang kami lakukan terkait dengan teori belajar gestalt, karena pengajaran kami memberikan makna ‘perlu untuk mengetahui proses’ bagi peserta ajar. Hal ini sesuai dengan teori gestalt tentang pembelajaran yang bermakna.
c.    Pengetahuan tentang konsep berbeda dari mengajar
Mengajar adalah pemberian informasi dari pengajar kepada peserta ajar (klik untuk penjelasan rinci). Dengan pemahaman kelompok kami akan konsep belajar, maka kami tentunya akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pengajaran demi tercapainya tujuan mengajar.
d.   Pengetahuan tentang model pengajaran dan pembelajaran dan interaksi dinamis karaktersitik siswa, lingkungan belajar, tuntutan tugas, proses pengajaran dan pembelajaran, dan berbagai jenis pembelajaran. (penjelasan lengkap, klik disini)
Guru yang baik tentu memperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhi pengajaran. Berkaitan dengan aspek interaksi dinamis karakteristik siswa dan lingkungan belajar, kami memberikan kesempatan kepada adik Raffles untuk memilih teman-temannya sendiri dalam mengikuti pengajaran ini. Hal ini tentunya akan memudahkan interaksi antara karakteristik siswa yang ia rasa cocok/sesuai dengan dirinya
e.    Memahami operasional pedagogi dalam kelas.
Kelompok kami berusaha menciptakan suasana pengajaran yang santai dan menyenangkan bagi peserta ajar, karena anak-anak tentunya menyukai pembelajaran yang diperoleh dengan bermain. Dengan suasana santai tersebut, mereka akan ‘berani’ menerima setiap tantangan (memotong pisang sesuai ukurannya, dll) dalam pengajaran dan tentunya daya kreatifitas mereka akan lebih muncul.
f.  Pengetahuan dan keterampilan dalam mengevaluasi praktik, penelitian, dan teori pendidikan.
Evaluasi praktik pengajaran tentunya penting, karena hal ini merupakan reinforcement bagi peserta didik. Hal ini kami tunjukkan dengan mengucapkan kata “Bagus”, “Oke” dan tersenyum, jika peserta didik berusaha melakukan instruksi yang kami berikan.

2.    Uraikan secara singkat dan padat hasil observasi dari proses pembelajaran kelompok anda. Beri evaluasi atas uraian tersebut berdasarkan tinjauan Pedagogi, TIK, dan Fenomena Kontemporer.

A.  Hasil Observasi Peserta Ajar


1)   Agnesia
-       Pada permulaan pengajaran terlihat menggigit kuku, dalam teori bahasa tubuh hal ini dikaitkan dengan rasa ketertarikan.
-       Ikut memotong pisang (meskipun awalnya menolak), membantu menyusun pisang ke piring untuk dimasak, memegang sudip. Hal ini menunjukkan bahwa Agnesia berpartisipasi aktif dalam pengajaran.
-       Pada tahap finishing dari kegiatan ini, Agnesia turut menaburkan keju dan susu coklat, sambil menjilat lelehan susu di jarinya. Hal ini menunjukkan bahwa Agnesia ‘menikmati’ suasana pengajaran.
-       Di scene penutup Agnesia ikut melambaikan tangan ke kamera.
2)   Cantika
-       Pada awal dan pembukaan dari kegiatan, Cantika tampak memainkan piring. Dalam teori bahasa tubuh, hal ini menunjukkan kebosanan / ketidak-tertarikkannya.
-       Namun pada tahap selanjutnya, Cantika terlihat membantu Raffles mengupas pisang yang akan digunakan, dan mengajukan diri ketika pengajar bertanya siapa yang ingin memotong pisang. Hal ini menunjukkan rasa ketertarikan Cantika pada kegiatan pengajaran mulai muncul.
-       Pada tahap penyimpulan pengajaran, Cantika terlihat menggaruk-garuk kepala. Dalam teori bahasa tubuh diindikasikan dengan kebingungan. Meskipun pada akhirnya Cantika ikut melambaikan tangan ke kamera pada penutupan.
3)   Kevin
-       Di awal kegiatan banyak menggaruk leher, menggigit kuku, menopang dagu, mengetuk meja, melipat tangan sebagai tumpuan kepala di meja. Semua hal ini mengindikasikan tanda kebosanan pada Kevin.
-       Namun seiring berjalannya proses pengajaran, Kevin mulai ikut memegang sudip, menaburkan keju parut, dsb. Hal ini menunjukkan ketertarikan Kevin mulai muncul.
-       Pada penutup, Kevin turut melambaikan tangan.

B.  Hasil Observasi Pengajar
1)   Merry
-   Merry memegang kamera ketika Haifa dan Raffles memberikan pembukaan kegiatan.
-   Dalam proses pemotongan pisang, Merry membantu membersihkan sampah kulit pisang.
-   Merry memberi instruksi pisang yang sudah dipotong ditaruh ke piring bersih.
-   Merry meminta peserta ajar untuk memotong pisang, lalu merry diam dan mengamati, kemudian memberikan evaluasi potongan pisang jika masih terlalu besar.
-   Merry menghidupkan kompor untuk mulai memasak pisang dengan mentega.
-   Setelah selesai dimasak, Merry memberi contoh parutan keju, sambil meminta peserta ajar untuk ikut memarut keju (Merry membantu memegang parutan), setelah itu menuangkan susu.
-   Pada scene penutup, Merry turut melambaikan tangan ke kamera.
2)   Haifa
-   Greetings dan pembukaan dilakukan oleh Haifa & Raffles. Pada saat memberikan pembukaan, Haifa tampak menggaruk dan membenarkan jilbab.
-  Pada kegiatan mengupas pisang, Haifa turut membersihkan sampah kulit pisang kemudian menyisihkan pisang yang akan digunakan.
-  Pada saat peserta ajar ikut memotong pisang, Haifa diam dan mengamati.
-  Pada scene akhir, Haifa ikut melambaikan tangan ke kamera.
3)   Raffles
-  Raffles berdampingan dengan Haifa saat scene pembukaan & greetings.
-  Pada saat memotong pisang, Raffles pertama kali memegang pisau & memberi contoh potongan pisang.
-  Raffles memberikan instruksi agar sampah kulit pisang dibuang ke tempat sampah.
-  Saat proses pisang akan dimasak, Raffles mengoleskan mentega, kemudian menuangkan pisang yang sudah dimasak ke piring.
-  Pada scene penutup, Raffles memberikan nasihat agar berhati-hati dalam menggunakan pisau.

Uraian berdasarkan Pedagogi, TIK dan Fenomena Kontemporer

Beberapa Hal Esesnsial dalam Pedagogi:
a) Penilaian Kebutuhan: Materi Pengajaran yang kami berikan dibutuhkan bagi peserta ajar, untuk mereka bisa menghargai ‘prosesnya’, bukan hanya ‘menikmati’ hasilnya.
b) Pertumbuhan Profesional: Meningkatkan mutu pengajaran dengan para pengajar dalam kegiatan ini bersifat ‘komunikatif’ terhadap para peserta ajar.
c) Budaya Kelas: Para pengajar menumbuhkan budaya belajar pada siswa dengan memberikan contoh.
d) Strategi: Para pengajar memaksimalkan hasil pengajaran yang ditunjukkan dengan memberikan evaluasi ketika ada potongan pisang yang salah, memberikan evaluasi keseluruhan terhadap hasil dan makna pengajaran.
e) Pengelolaan Sumber Daya: Pengajar memang tidak banyak menggunakan media teknologi dalam kegiatan ini. Namun pengelolaan sumber daya dapat ditunjukkan dengan penggunaan pisang yang secukupnya dan tidak berlebihan.
f)  Pemecahan Masalah: Masalah-masalah yang timbul selama kegiatan, seperti bahasa kebosanan dari Kevin dan Cantika, berusaha diatasi oleh pengajar dengan cara melibatkan mereka dalam kegiatan, bukan hanya ‘menonton’.
g) Orkestrasi: Pengajar berusaha mengatur aspek-aspek dalam pedagogi dengan menciptakan suasana belajar yang baik menurut pemahaman akan teori dari matakuliah Paedagogi
h) Penggunaan TIK: dalam kegiatan ini, kelompok tidak menggunakan media TIK.

Siswa yang efektif ialah mereka yang memahami apa yang mereka pelajari, mengapa dipelajari dan bagaimana menggunakan pembelajaran tersebut. Kelompok kami sangat mengutamakan ketiga hal diatas ada dalam diri siswa, kami memaksimalkannya dengan memberikan pembukaan dan evaluasi tentang apa yang dipelajari, mengapa perlu dipelajari dan apa kegunaannya.
Guru juga perlu mendorong kegiatan komunitas belajar. Hal ini kami aplikasikan dengan pengajaran berkelompok (sama-sama mendengarkan pengajaran), bukan one-on-one (1 pengajar mengajar 1 anak). Hal ini akan melatih mereka membangun bahasa dalam komunikasi kelompok (komunitas).

Fenomena Kontemporer.
Peranan TIK dalam pembelajaran sangat membantu kelompok kami sebagai tim pengajar untuk mengumpulkan informasi-informasi penting dari berbagi sumber dan media tentang penanganan anak di kelas, baik anak yang sangat aktif, maupun tidak aktif sama sekali. Sehingga pada saat pelaksanaan pengajaran, saya merasa kelompok kami tidak kesulitan menghadapi anak-anak tersebut.
Pedagogi Kontemporer juga memberikan pemahaman pada kelompok (pengajar) bahwa guru bukan ‘pemberi pengetahuan’ saja, namun guru juga memperoleh pembelajaran lewat kegiatan pengajaran. Dengan proses pengajaran, guru belajar untuk mengeksplorasi dirinya berkaitan dengan pemahaman akan materi, pengaturan kelas, mengatasi permasalahan yang ada.

3.    Tuliskan pandangan anda tentang perkuliahan Pedagogi di F. Psikologi USU semester genap T.A 2012/2013 berdasarkan tinjauan Pedagogi Teoritis dan Prinsip-Prinsip Pedagogis.
-       Menurut Ana Maria Gonzalez (Danim 2010), proses pedagogi merupakan proses pendidikan yang menyoroti hubungan antara pendidikan, pengajaran dan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian siswa agar mempersiapkan dirinya untuk menjalani kehidupan. Dalam Perkuliahan ini, tugas-tugas praktek mengajar yang diberikan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan pedagogis saya. Tugas ini tidak hanya memberikan pemahaman lebih tentang pedagogi, namun juga mempersiapkan saya lewat pengalaman sederhana namun sangat bermakna tentang bagaimana pengaturan pengajaran, pengaturan kelas, dsb.
-       Secara teoritis, Pedagogi juga bertujuan untuk membentuk kepribadian siswa, hal ini dapat dikaitkan dengan pelaksanaan perkuliahan Pedagogi semester ini sangat menantang saya sebagai mahasiswa untuk memiliki kepribadian yang kritis dalam mengamati fenomena-fenomena pedagogis yang ada di lingkungan.
Terdapat 6 prinsip pedagogis yang dikemukakan Addine:
1. Kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses paedagogis: Perkuliahan pedagogi memberikan saya kesadaran akan pentingnya media-media yang mendukung pembelajaran. Hal ini sangat sesuai dengan proses paedagogis terstruktur yang memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan.
2. Hubungan sekolah dan kehidupan: Perkuliahan ini tidak hanya memberikan pemahaman, namun juga penggunaannya dalam kehidupan lewat tugas praktek pengajaran.
3. Mengombinasikan karakter kolektif dan individual pendidikan, serta penghormatan terhadap kepribadian siswa: selama proses perkuliahan, setiap mahasiswa diberi kebebasan untuk mengungkapkan pendapatnya berkaitan dengan materi yang dipelajari.
4. Kesatuan pengajaran, pendidikan dan pengembangan proses: Pengajaran dalam perkuliahan ini tentunya menghasilkan pengembangan pribadi saya lewat kesatuan proses pengajaran & pendidikan.
5. Dominan kognitif dan afektif tidak bisa berada dalam suasana kering: Hasil mempengaruhi pandangan (kognitif) saya dalam fenomena pendidikan yang ada.
6. Masing-masing subsistem aktifitas, komunikasi, dan kepribadian yang saling terkait satu sama lain: kegiatan perkuliahan, komunikasi dalam perkuliahan membentuk kepribadian saya.
Rabu, 10 April 2013

PostHeaderIcon Pedagogi, TIK & Fenomena Kontemporer

1.       Pertanyaan Esensial
Terdapat beebrapa pertanyaan esensial yang harus dijawab oleh seorang guru efektif berkaitan dengan masalah-masalah pedagogi:
·         Penilaian kebutuhan: materi belajar apa yg dibutuhkan?
·         Pertumbuhan profesional: cara meningkatkan mutu pengajaran di kelas?
·         Budaya Kelas: cara menumbuhkan budaya kelas untuk belajar?
·         Strategi: bagaimana guru mengajar untuk memaksimalkan hasil?
·   Pengelolaan Sumber Daya Kelas: bagaimana membuat media pembelajaran dan apa kegunaannya dalam pembelajaran?
·         Pemecahan masalah: apa permasalahan dalam pengajaran dan cara mengatasinya?
·         Orkrestasi: bagaimana guru mengatur semua aspek yang berbeda dari pedagogi?
·         Penggunaan TIK: aplikasi TIK dalam pembelajaran yang memenuhi kriteris pedagogi?

2.      Pedagogi Efektif
Pedagogi akan berjalan dengan efektif jika guru:
·         Menciptakan lingkungan yang menunjang pembelajaran
·         Mendorong pemikiran reflektif dan tindakan
·         Meningkatkan relevansi pembelajaran baru
·         Memfasilitasi pembelajaran bersama
·         Mengkoneksikan pembelajaran dengan pengalaman sebelumnya
·         Memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar
·         Menyelidiki hubungan belajar-mengajar

Menunjang Pembelajaran: Guru yang baik harus mampu menunjang pembelajaran dengan membina hubungan positif dalam lingkungan yang peduli, inklusif, non-diskriminatif, dan kohesif. Guru juga harus mampu membangun hubungan yang baik dengan komunitas sekolah dan bekerja-sama dengan orang tua yang memiliki pengetahuan tentang bagaimana memajukan pembelajaran anak mereka

3.      Pemikiran Reflektif
Pembelajar (siswa) yang reflektif ialah siswa yang mampu mengasimilasi pembelajaran baru, mengaitkannya dengan apa yang sudah diketahui, mengadaptasinya untuk tujuan tertentu, menerjemahkan pikiran dalam tindakan, mampu mengembangkan kreatifitas, mampu berpikir kritis.
a)      Pembelajaran Baru:
Siswa efektif: memahami apa yang dipelajari, mengapa belajar materi tersebut, bagaimana menggunakan hasil belajar dalam kehidupan.
Guru efektif: mampu merangsang keingintahuan murid, meminta siswa mencari informasi dan ide yang relevan, menantang siswa untuk menggunakan dan menerapkan materi dengan cara baru dan konteks baru.
b)  Pembelajaran Bersama: Guru mendorong siswa untuk terlibat dalam pembelajaran bersama dengan orang lain, hal ini akan meningkatkan kemampuan siswa dalam membangun bahasa dan memperluas pengetahuan.
c) Koneksi Pengalaman: Siswa dikatakan belajar dengan baik ketika ia mampu mengintegrasikan pembelajaran baru dengan pengalaman yang sudah mereka pahami.
d)   Kesempatan Belajar: Siswa dikatakan belajar dengan efektif ketika mereka memiliki waktu dan kesempatan untuk terlibat dengan, berlatih, dan mentransfer pembelajaran baru.
e)  Sebagai Penyelidikan: Guru harus menyelidiki dampak pembelajaran yang diberikan terhadap siswanya.



4.      TIK dan Pedagogi
Pembelajaran yang difasilitasi dengan TIK disebut dengan e-learning. Manfaat TIK:
·         Membuat koneksi yang memungkinkan siswa menjelajahi lingkungan belajar yang baru, tanpa dibatasi jarak dan waktu
·         Memfasilitasi pembelajaran bersama lewat komunitas belajar diluar kelas
·         Menciptakan lingkungan yang menunjang pembelajaran
·         Meningkatkan kesempatan belajar dengan alat-alat yang menghemat waktu

5.      Kenikmatan Belajar
a)      Fenomena Kontemporer (Peranan TIK)
Memungkinkan guru untuk memahami konsekuensi dari interaksi pembelajaran dengan cara yang relatif sederhana.
Namun, peranan TIK bukan menjadikan kehadiran guru dikelas tidak penting, guru tetap penting karena guru merupakan pesintesis / reflektor, yaitu orang yang memiliki tanggung jawab untuk membuat aktifitas kelas terlihat lebih bermakna bagi semua siswa.
b)      Sama-sama Pembelajar
Guru dan siswa merupakan pihak yang sama-sama ‘belajar’, sehingga:
-          Perlu ada ruang dan kesempatan untuk mengeksplorasi
-          Siswa dapat dipersepsi sebagai ‘partner’ belajar bagi guru
-          Guru berperan meyakinkan bahwa semua pelajar perlu didukung
-     Cakupan materi menjadi kurang penting dibandingkan ruang dan kesempatan yang meyakinkan untuk mengeksplorasi
-   Kriteria penting untuk pemilihan konten harus memfasilitasi kegunaannya dalam eksplorasi
-         Hasil bukan menjadi hal utama, tetapi Proses Perkembangan.

Senin, 25 Maret 2013

PostHeaderIcon Perilaku Delinkuen Remaja (Kenakalan Remaja)

Dewasa ini kasus kriminalitas di kalangan remaja semakin meningkat. Maraknya pemberitaan kriminalitas dikalangan remaja pada banyak media semakin meningkatkan citra buruk remaja di lingkungan sosialnya. Remaja di lingkungan sosial sering dianggap sebagai kelompok yang senang membuat kekacauan dan perkelahian.
Perilaku remaja yang mampu mencelakakan dirinya sendiri maupun orang lain disebut dengan Perilaku Delinkuen. Kasus-kasus kriminalitas seperti penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang di kalangan remaja, keterlibatan para remaja dalam tawuran dan pembantaian terhadap siswa, meningkatnya kasus seks pranikah, kasus pengeroyokan, perampokan serta penyalahgunaan senjata tajam, apabila ditelusuri disebabkan oleh merasa terabaikannya para remaja oleh lingkungannya.
Perilaku non-kriminal namun melanggar norma juga banyak dilakukan remaja sebagai bentuk protes terhadap lingkungannya, seperti remaja yang merokok layaknya orang dewasa, perilaku memakai pakaian yang ketat dan minim ke sekolah bagi remaja putri, pemberontakan terhadap guru dan orangtua, dan banyak hal lainnya.
Lingkungan yang kurang memberi perhatian dan dukungan bagi remaja membuat remaja merasa terabaikan sehingga terdorong untuk melakukan perilaku yang menyimpang dari norma. Dengan perilaku tersebut, remaja berusaha mendapatkan perhatian dari lingkungannya.
Masa remaja adalah masa krisis identitas bagi kebanyakan anak remaja. Remaja sedang mencari-cari figur panutan, namun figur itu tidak ada didekatnya. Secara umum dan dalam kondisi normal sekalipun, masa ini merupakan periode yang sulit untuk ditempuh, baik secara individual ataupun kelompok, sehingga remaja sering dikatakan sebagai kelompok umur bermasalah (the trouble teens). Hal inilah yang menjadi salah satu sebab mengapa masa remaja dinilai lebih rawan daripada tahap-tahap perkembangan manusia yang lain.
Selasa, 19 Maret 2013

PostHeaderIcon Pedagogi Praktis Abad 21 | Action Plans Tugas



Pada pertemuan kuliah minggu ini membahas tentang Pedagogi Praktis Abad ke-21.  Pedagogi abad ke-21 disebut juga Progressive Pedagogy, yaitu pembelajaran yang berkembang sesuai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai ilmu dalam mengajar, pedagogi dikategorikan dalam 2 kategori, yaitu:
(1)  Pengetahuan pedagogis formal : upaya mengembangkan prinsp dan teori pedagogi yang efektif melalui penelitian sistematis.
(2)  Pedagogi vernakular (pedagogi praktis) : pengembangan pedagogi secara praktis

Carpenter (2001) menyebutkan ada 2 fungsi pedagogis:
I.    Menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajaran
II. Memungkinkan tenaga pendidik untuk memahami, menjelaskan dan memodifikasi pedagogi.
Banyak penelitian yang dilakukan dalam pedagogi menjadikan semakin berkembangnya teori dan prinsip pedagogi. Sehingga seorang guru mampu memilih suatu pendekatan yang kaya dan sangat membantu dalam menjalankan profesionalismenya sebagai seorang guru yaitu men-transfer ilmu.

Kamis, 14 Maret 2013

PostHeaderIcon Hasil Diskusi Topik Paedagogis Teoritis dan Prinsip-Prinsip Paedagogis

Berdasarkan hasil diskusi kelompok yang saya lakukan dengan Haifa Chairunnisa, maka berikut saya simpulkan inti teori Paedagogis Teoritis dan Prinsip-Prinsip Paedagogis.

A.      Paedagogis Teoritis
  • Danilov (1978) mendefenisikan istilah pedagogis sebagai proses interaksi terus-menerus dan saling berasimilasi antara pengetahuan ilmiah dan pengembangan siswa
  • Alberto Garcia et al (2005): paedagogis sebagai tindakan guru dan siswa dalam konteks organisasi sekolah, dimana interaksi itu dilakukan berdasarkan teori paedagogis tertentu, berorientasi pada tujuan institusional, dan dikembangkan dalam interaksi yang dekat dengan keluarga dan masyarakat untuk mencapai pembentukan siswa secara sehat.
  • Ana Maria: proses paedagogis sebagai sebuah proses pendidikan yang menyoroti hubungan antara pendidikan, pengajaran, dan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian siswa agar mempersiapkan dirinya untuk menjalani kehidupan.
  • Gladys Valvidia (1988): proses paedagogis erat kaitannya dengan tujuan sosial yang dikembangkan dan berhubungan satu sama lain.
Rabu, 06 Maret 2013

PostHeaderIcon Mengajar & Paradigma Belajar


Apa itu Mengajar?
Mengajar merupakan suatu kegiatan pengajaran yang dilakukan seorang profesional (guru) yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, pengetahuan, pengalaman kepada orang lain, sehingga orang tersebur mengerti dan memahami bahan/materi yang diajarkan.

Dalam aktifitas mengajar terdapat elemen-elemen yang perlu diperhatikan:
- Tujuan bahan ajar: bahan ajar yang diberikan harus memiliki tujuan, yaitu menjadi pengetahuan bagi siswa untuk mengatasi fenomena disekitarnya
-  Interaksi guru dan siswa: Perlu adanya interaksi positif antara guru dan siswa, lewat kemampuan guru mengelola kelas, sehingga membuat siswa berperan aktif dalam proses pengajaran
- Evaluasi proses pengajaran: evaluasi bertujuan sebagai laporan berhasil atau tidaknya proses pengajaran tersebut. Evaluasi dapat berupa pemberian tugas dan ujian.

Dalam istilah pengajaran, sering kita sebut pembelajaran. Meskipun secara awam hal ini bisa dianggap sama, namun terdapat perbedaan makna dalam pengajaran dan pembelajaran. Pengajaran menunnjuk kepada tugas guru untuk mengajar siswa di dalam suatu kelas (ruangan belajar), hal ini mengarah pada aspek teacher’s centered, sedangkan pembelajaran menunjuk kepada tugas siswa untuk belajar dalam baik didalam maupun diluar kelas, hal ini mengarah pada aspek student’s centered. Pemahaman yang benar akan konsep diatas, akan membuat kita mengerti dengan baik apa yang menjadi konsep pengajaran dan kemampuan mengajar seorang guru, serta apa yang menjadi konsep pembelajaran dan kewajiban seorang peserta ajar.

Design elements by Miss Honey