About Me

Pages

About this blog

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About Me

Followers

Selasa, 29 Mei 2012

PostHeaderIcon Hasil Survey Pendidikan Lingkungan Belajar Fakultas Psikologi USU

Nama :  Merry Christine Sitorus
NIM  :  111301054

Dalam mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan T.A 2011/2012, saya diberikan tugas untuk melakukan survey online sederhana yang berkaitan dengan mata kuliah Psikologi Pendidikan. Adapun topik yang saya pilih ialah "Bagaimana lingkungan belajar di Fakultas Psikologi USU dalam mendukung semangat belajar mahasiswa" dan dalam melakukan penelitian ini, saya membuat sebuah kuisioner online yang terdiri dari 7 pertanyaan dengan pilihan jawaban setuju, netral, dan tidak setuju. Berkaitan dengan survey ini, saya meminta 50 orang responden mahasiswa Fakultas Psikologi USU untuk mengisi kuisioner yang telah disediakan. Berikut data yang dapat saya lampirkan.

DAFTAR NAMA RESPONDEN

ID
Nama Lengkap (50)
12566002
sulistia putri
12566070
Yap Rima Oktavya Sinaga
12566229
Edwin Mangatur Sirait
12566763
Novika Susi Lestari
12566927
ajeng diah andhini
12566974
nurfazrina
12567055
Putri Azura Ulandari
12567098
Nita Permata Sari Siregar
12567148
Desi M Maloky
12567270
Paskha Yohana
12567402
citra wahyuni
12568082
Atika Mentari Nataya Nst
12568722
Priscilla
12568915
WINDA LYDIA SARI
12569361
Oktavia Rizky Rosayanti Putri
12569570
Dina Maharani
12569623
SITI RIZKI KARTIKA
12569848
Fiorella Silviani S
12569928
rizki hasanah
12569959
Defi Chairunisa
12570182
Cynthia Marilyn Sitompul
12570363
Rosliana Karolina
12570518
Grace Theresia Sihotang
12571996
Safrida Liasna Tarigan
12573273
Andhika Satria
12573488
Liandra Khairunnisa
12574014
Cellia Elisabeth Saragih
12575070
Dhara Puspita H
12575269
KRISTIN CITRA NAPITUPULU
12575671
Ayu Puspita
12576388
Nurul Fadhillah
12577026
RIZKI NUGROHO
12577118
Haifa Chairunnisa
12577747
Yunita
12577797
Dinda Rizvina Nasution
12578260
Ratri Ps
12578374
Tia Nahara Hendrati
12578796
Rifany Saragih
12578953
agnes oktavia
12581949
Aisyah Huwaida S
12582117
ARIANSYAH
12582601
Yohana Chrisela
12582805
Nenita Sari S G
12583007
Nissa Aztarid S
12583028
resi
12583172
Fania
12583424
lusia fitri ayu pardede
12583560
oktorianta
12583623
Etika Mandasari
12584651
Berliana Mega Sari L

DATA

Pertanyaan 1: Lingkungan ruangan kuliah bersih dan nyaman


Setuju
Netral
Tidak Setuju
Total
Jumlah Responden
40
10
0
50
Persen (%)
80%
20%
0%
100%

Pertanyaan 2: Sarana/Prasarana (AC, Kursi, OHP, Microfon) telah memenuhi standar sehingga mendukung kenyamanan belajar.


Setuju
Netral
Tidak Setuju
Total
Jumlah Responden
23
21
6
50
Persen (%)
46%
42%
12%
100%
 
Pertanyaan 3: Lingkungan kelas cukup kondusif selama kegiatan perkuliahan


Setuju
Netral
Tidak Setuju
Total
Jumlah Responden
30
18
2
50
Persen (%)
60%
36%
4%
100%

Pertanyaan 4: Lingkungan fakultas membuat saya semakin bersemangat mengikuti perkuliahan


Setuju
Netral
Tidak Setuju
Total
Jumlah Responden
30
17
3
50
Persen (%)
60%
34%
6%
100%

Pertanyaan 5: Meskipun bukan kelas gabungan, saya merasa ruangan kelas masih terlalu ramai, sehingga mengurangi konsentrasi mengikuti perkuliahan


Setuju
Netral
Tidak Setuju
Total
Jumlah Responden
7
20
23
50
Persen (%)
14%
40%
46%
100%

Pertanyaan 6: Perpustakaan fakultas sudah cukup lengkap dalam mendukung proses belajar pada mahasiswa


Setuju
Netral
Tidak Setuju
Total
Jumlah Responden
23
21
6
50
Persen (%)
46%
42%
12%
100%

Pertanyaan 7: Hubungan sosial dalam lingkungan fakultas (antara dosen-mahasiswa, sesama mahasiswa seangkatan, dengan mahasiswa senior) membuat saya bersemangat mengikuti perkuliahan


Setuju
Netral
Tidak Setuju
Total
Jumlah Responden
32
17
1
50
Persen (%)
64%
34%
2%
100%


Berdasarkan hasil survey diatas, secara umum dapat disimpulkan bahwa lingkungan dalam Fakultas Psikologi USU, baik dari segi kenyamanan ruangan selama proses belajar-mengajar, kebersihan kelas, serta penyediaan fasilitas pendukung proses pembelajaran telah dapat dikategorikan baik. Hal ini dapat disimpulkan dari jumlah responden yang menjawab kuisioner yang telah disediakan lebih banyak menjawab "setuju" terhadap kenyamanan dalam lingkungan belajar yang telah ada di Fakultas Psikologi USU.
Hal ini didukung pula dengan terciptanya lingkungan sosial yang baik di lingkungan Fakultas Psikologi USU, baik antara dosen dan mahasiswa, sesama mahasiswa seangkatan, dan dengan mahasiswa senior. Hal ini dapat disimpulkan dari data yang terkumpul pada pertanyaan 7, dimana pada pertanyaan ini 64% (32 orang) menjawab setuju, 34% (17 orang) netral, dan hanya 2% (1 orang) yang tidak setuju.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa : "Kenyamanan lingkungan belajar dalam berbagai aspek berbanding positif  dengan semangat belajar mahasiswa Psikologi USU dalam mengikuti setiap kegiatan perkuliahan yang ada, baik kegiatan belajar-mengajar, maupun kegiatan diluar kelas, seperti ekstrakulikuler, dll"

Berdasarkan hasil yang sudah didapat dari survey ini, peneliti memberikan saran terhadap anggota dan elemen pencipta dari lingkungan belajar Fakultas Psikologi USU agar senantiasa bekerjasama dalam menjaga lingkungan belajar yang baik serta berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik lagi, hal ini dikarenakan adanya korelasi positif antara lingkungan belajar yang baik dengan semangat belajar mahasiswa.

TESTIMONI
Sebagai mahasiswi Fakultas Psikologi USU yang belum pernah membuat kuisioner dan melakukan penelitian sebelumnya, awalnya saya merasa ragu bahwa saya dapat mengerjakan tugas survey ini dengan sesuai instruksi yang diberikan dan tepat waktu. Hal ini dikarenakan saya belum mengerti dengan jelas penggunaan media situs survey online (www.kwiksurveys.com) dalam mengerjakan tugas ini.
Namun akhirnya saya mencoba mengerti dan meminta bantuan kepada teman-teman maupun senior yang sudah lebih dulu mengerjakan dan memahami penggunaan situs tersebut. Sehingga pada akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas survey ini sesuai dengan prosedur dan tepat waktu.
Pengalaman saya dalam mengerjakan tugas survey online ini sangat berharga, dimana saya mengerti bahwa penelitian dengan menggunakan media kuisioner online tidaklah sulit. Berdasarkan pengalaman membuat kuisioner online ini, saya semakin bersemangat untuk melakukan penelitian berikutnya dalam hal lain yang menggunakan media pengisian kuisioner secara online

Saya berterima-kasih terhadap Dosen Pengampu Mata kuliah Psikologi Pendidikan yang telah memberikan saya tugas ini, sehingga semakin menambah pengalaman saya dalam melakukan penelitian. Keberhasilan penelitian ini juga didukung oleh partisipasi teman-teman yang sangat kooperatif dalam mengisi survey yang telah saya buat. Atas partisipasi semua pihak dalam mendukung kelancaran penyelesaian tugas survey online ini saya ucapkan banyak terima kasih.

Jumat, 11 Mei 2012

PostHeaderIcon Testimoni Pribadi Tentang Kuliah Online (Blended Learning)

    Pada awalnya saya bingung pada saat dikabarkan untuk harus meng-install program gtalk disebabkan oleh perkuliahan akan diadakan secara online namun tetap bertatap muka didalam kelas. Walaupun program gtalk saya sudah ter-install sebelumnya, namun saya belum pernah menggunakannya secara efektif. Setelah membaca informasi tersebut, saya kebingungan karena kebetulan pulsa modem saya sudah habis, tetapi saya tetap meng-update setiap informasi yang ada lewat grup Psikologi USU maupun M.K Psi.Pendidikan 2011/2012. Sempat terlintas pemikiran di otak saya "kalau memang masih bertatap muka, untuk apa gtalk ataupun beginian segala" namun begitupun saya tetap mengikuti prosedur yang ada.

    Setelah saya sampai dikelas, sebelum perkuliahan dimulai, saya meminta penjelasan dari teman-teman cara penggunaan gtalk dan mengirim verbatimnya. Dan perkuliahan online pun dimulai, pada awalnya saya merasa kesulitan, karena harus meng-invite teman terlebih dahulu, mencoba teknik group-chat, namun setelah dilaksanakan saya merasa sangat tertarik, saya menemukan metode belajar baru yang tidak membosankan tetapi tetap memahami materi perkuliahan yang ada dengan metode Blended Learning (yang belakangan saya tahu setelah berdiskusi kelompok, bahwa metode ini disebut Blended Learning).

     Nah, setelah saya mulai berdiskusi dengan teman sekelompok saya (walaupun kami cuma 2 org, karena teman kelompok saya satu orang lagi, memiliki masalah dalam mengkoneksikan laptopnya dengan jaringan wifi yang ada, sehingga ia tidak dapat turut berdiskusi), saya merasa sangat tertarik, saya semakin termotivasi untuk tahu lebih banyak lagi mengenai topik perkuliahan dan mengadakan diskusi dengan teman sekelompok saya.

Adapun tanggapan positif dan tanggapan negatif saya mengenai perkuliahan online hari ini:
*tanggapan positif : sangat baik, karena mengundang mahasiswa untuk bersifat aktif dalam perkuliahan, baik itu dalam menemukan sumber-sumber atau referensi berkaitan dengan materi, aktif dalam mengeluarkan pendapat berkaitan dengan materi lewat diskusi kelompok, bahkan aktif dalam mengajukan pertanyaan sehubungan dengan kesulitan yang dialami selama menjalankan perkuliahan, sehingga mahasiswa menjadi lebih paham akan materi yang disajikan, serta suasana perkuliahan akan menyenangkan.

*tanggapan negatif : dikarenakan perkuliahan dengan jenis ini sangat membutuhkan bahkan sangat bergantung pada koneksi internet, maka pada saat koneksi internet lambat, akan sangat mengganggu progress kegiatan perkuliahan, bukan malah mendukung atau membantu, malahan akan memperlambat dan mengganggu pemahaman mahasiswa akan materi, sehingga perlu diperhatikan bagi pihak yang bertanggung jawab untuk selalu memperhatikan dan meningkatkan media dan sarana khususnya koneksi wifi (internet) dalam mendukung proses perkuliahan.

PostHeaderIcon Resume dan Testimoni Kelompok Tentang Perkuliahan Blended Learning (Kuliah Online)


BLENDED LEARNING 
Blended Learning ialah proses pembelajaran yang memanfaatkan berbagai macam pendekatan. Pendekatan yang dilakukan dapat memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan antara tatap muka (pembelajaran secara konvensional, dimana antara pebelajar dan pemelajar saling berinteraksi secara langsung, masing-masing dapat bertukar informasi mengenai bahan-bahan pegajaran), belajar mandiri (belajar dengan berbagai modul yang telah disediakan) serta belajar mandiri secara online.

Berdasarkan hasil diskusi kelompok kami terdapat 2 jenis Blended Learning:
1. Blended Learning dengan tetap mengadakan tatap muka dalam perkuliahan, namun menggunakan media-media teknologi yang ada seperti internet, laptop, ipad, hp android, hp smartphones, untuk mendukung pemahaman mahasiswa akan materi pembelajaran.

2. Blended Learning dengan menggunakan sistem Hybrid Learning yaitu dimana memang dilakukan kuliah secara online, tidak ada tatap muka di kelas, namun mahasiswa saling terhubung dengan dosen melalui media konferensi di internet.

Menurut kelompok kami, metode-metode diatas tidak lebih baik satu sama lain dalam membantu pemahaman mahasiswa akan materi pembelajaran, tetapi kedua metode diatas apabila dikombinasikan akan menjadi sangat efektif dalam membantu pemahaman mahasiswa akan materi dalam perkuliahan.

Adapun keuntungan dan kekurangan sistem Blended Learning ini menurut kelompok kami ialah:
* keuntungan:
 - meningkatkan semangat belajar dan keaktifan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan
 - dikarenakan mahasiswa yang aktif, maka pemahaman akan materi pun semakin baik dan jelas
 - adanya fleksibilitas dalam menjalankan proses perkuliahan

* kekurangan:
 - bagi mahasiswa yang "gaptek" dan malas untuk mengikuti perkembangan, akan kesulitan dan akan tertinggal dalam mengikuti setiap topik perkuliahan, dan juga bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam media yang digunakan dalam sistem ini.
 - dikarenakan sistem blended learning ini secara garis besar sangat bergantung pada koneksi internet, maka apabila koneksi nya bermasalah bukan malah mendukung proses perkuliahan, tetapi malah akan mengganggu.  

Kelompok kami juga mendiskusikan perbedaan antara sistem e-learning dengan sistem blended learning, perbedaannya ialah dimana dalam metode e-learning proses belajar dilakukan secara 1 arah (antara dosen dan mahasiswa) sehingga tidak mengundang keaktifan mahasiswa yang dibutuhkan dalam memahami materi perkuliahan, sementara sistem blended learning terjadi komunikasi 2 arah antara dosen dan mahasiswa lewat diskusi-diskusi yang dilakukan, sehingga apabila mahasiswa aktif maka akan memudahkan dalam memahami materi.


TESTIMONI KELOMPOK

MERRY CHRISTINE (11-054)

Awalnya saya sedikit bingung dengan proses perkuliahan hari ini dengan menggunakan media gtalk, apalagi saya harus membawa laptop yang berat, sehingga semakin menambah kemalasan saya, tetapi saya berusaha mengikuti prosedur perkuliahan dan mencoba metode belajar dengan blended learning ini, hasilnya saya sangat menyukai dan bersemangat untuk belajar, dan saya menjadi paham akan esensi dari perkuliahan hari ini. Terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah psikologi pendidikan yang memberikan saya pengalaman dan pemahaman baru akan belajar seperti ini. 

CYNTHIA MARILYN SITOMPUL (11-070)

Awalnya saya agak pesimis dengan metode belajar blended learning ini karena saya tidak pernah melakukannya sebelumnya dan istilah blended learning ini masih sangat asing di telinga saya. Namun, setelah dicoba, ternyata sangat menarik. Ya mungkin ada plus minusnya, apalagi salah satu teman sekelompok kami memiliki masalah mengkoneksikan wifinya sehingga dia tdk bisa ikut berdiskusi tapi hanya menyampaikan pendapatnya, tapi itu semua dibuat demi kebaikan kami semua. Hasilnya, pengetahuan saya pun bertambah. Dan saya jadi lebih tertarik dan termotivasi untuk mencari pengetahuan yang lebih dengan memanfaatkan internet dan kemajuan teknologi yang ada. Terima kasih kepada Bu Dina yang telah mengenalkan metode ini kepada kami.

GALIH MATARO (11-111)

Menurut saya, metode ini baik. Namun, saya memiliki hambatan dan kesulitan tersendiri dalam mengikuti perkuliahan ini dikarenakan laptop saya tidak bisa terkoneksi dengan jaringan wifi, namun saya tetap memberikan pendapat berkaitan dengan topik yang diberikan yaitu Blended Learning.




Rabu, 02 Mei 2012

PostHeaderIcon Test Kepribadian IPIP-NEO-PI R

buat yang mau nyoba, silahkan klik disini

Laporan IPIP-NEO-PI R (Adaptasi Indonesia)

Nama: Merry Christine Sitorus

Jenis Kelamin: .perempuan.
Usia: 19 Tahun
Konsistensi Jawaban sebesar = 22 (73.3333333333%) Valid untuk dianalisa
Gambaran Profil Merry Christine Sitorus adalah:
  • Secara umum tenang dan mampu mengatasi stres, tetapi Anda kadang-kadang mengalami perasaan bersalah, kemarahan atau kesedihan.
  • Orientasi pribadi tertutup, terlalu serius dengan diri sendiri. Anda merasa nyaman dengan kesendirian atau hanya dengan teman dekat saja.
  • Sangat praktis dan tradisional. Memilih kebiasaan dalam melakukan sesuatu dan cenderung menghindari perubahan.
  • Secara umum hangat, akrab, mempercayai orang lain namun dapat pula Anda keras kepala dan ingin bersaing.
  • Memiliki ketergantungan kepada orang lain dan Anda cukup baik mengendalikan diri. Memiliki tujuan yang jelas namun dapat pula menunda tugas yang harus dikerjakan.
Report of OCEAN facet
Neuroticism
Identifikasi terhadap kecenderungan tekanan psikologis.
FacetDefinisiSkala
N1Derajat kecemasan        
N2Rasa frustasi dan kemarahan        
N3Kecenderungan kesedihan dan rasa bersalah        
N4Kecenderungan rasa malu dan tekanan sosial        
N5Kecenderungan berdasarkan keinginan atau kepuasan        
N6Indikator umum kerentatan terhadap kecemasan        
  • Pengendalian cukup baik dapat mengendalikan keinginan atau kebutuhan.
  • Ketenangan terhadap berbagai masalah yang dihadapi, tidak mudah khawatir.
Extraversion
Kuantitas dan intensitas energi yang digunakan untuk lingkungan sosial.
FacetDefinisiSkala
E1Ketertarikan dan keakraban        
E2Kecenderungan untuk bekerjasama        
E3Keterlibatan dan ekspresi sosial        
E4Dorongan hidup untuk bersosialisasi        
E5Kecenderungan thd kesenangan (excitement) lingkungan        
E6Kecenderungan mendapatkan kegembiraan (cheerfulness)        
  • Cenderung menarik diri secara sosial, menjaga privasi dan menghindari intimasi pertemanan.
  • Cenderung menjaga jarak dalam suatu kelompok.
  • Low-profile dalam kelompok, tidak berusaha menonjolkan diri dalam kelompok.
  • Menghindari aktivitas yang berbahaya, memilih rasa aman dan tidak menyukai tantangan.Openness
    Keaktifan dan apresiasi terhadap pengalaman yang dibutuhkan.
    FacetDefinisiSkala
    O1Dorongan untuk membayangkan atau berimajinasi        
    O2Apresiasi terhadap seni atau keindahan        
    O3Keterbukaan terhadap perasaan dan emosi        
    O4Dorongan mendapatkan pengalaman baru secara fisik        
    O5Dorongan ingin tahu secara intelektual        
    O6Dorongan mengkritisi terhadap suatu nilai atau norma        
  • Tipe orang yang praktis, realistis dan cenderung skeptis.
  • Pribadi yang konvensional, tidak menyukai perubahan.
  • Tidak tertarik dengan hal-hal teoritis dan aktivitas intelektual.
  • Pola pikir tertutup , kaku dan perpaham pada satu arah. Agreeableness
    Berbagai aspek interaksi individu didasarkan berbagai motif seperti keterbukaan, kasih sayang dan kemandirian secara emosi.
    FacetDefinisiSkala
    A1Keyakinan mempercayai orang lain        
    A2Kejujuran dalam bertindak        
    A3Perhatian terhadap kebutuhan orang lain        
    A4Kecenderungan kebersamaan dibandingkan konflik        
    A5Dorongan untuk kalem, tenang dan mawas diri        
    A6Kecenderungan bersimpati kepada orang lain        
  • Kurang peka terhadap orang lain; cenderung tidak memiliki kesadaran akan kebutuhan orang lain.
  • Senang menonjolkan diri, cenderung sombong, merasa lebih dari yang lain.Conscientiousness
    Tingkat pengendalian, ketekunan dan motivasi dalam mengarahkan suatu tujuan.
    FacetDefinisiSkala
    C1Keyakinan terhadap kemampuan diri        
    C2Keteraturan dan kebiasaan        
    C3Dorongan terhadap kepatuhan akan aturan /tata-cara        
    C4Dorongan terhadap semangat diri untuk meraih tujuan        
    C5Semangat menyelesaikan tindakan meski ada hambatan        
    C6Kehati-hatian sebelum bertindak        
  • Merasa yakin dengan kemampuan diri.
  • Design elements by Miss Honey